#02
Perjuangan
Hari ini aku ada janji bertemu
dengan salah satu siswaku, ya sebut saja Uzy, sosok Uzy yang aku kenal adalah
anak yang pendiam dan pemalu. Aku janjian pukul 08.00, namun hingga pukul 08.30
Uzy tak kunjung datang. Tak lama hape ku berbunyi tanda pesan wa masuk,
ternyata Uzy yang mengirimkan wa. Uzy meminta maaf karena tak dapat datang
tepat waktu karena harus mengantar adiknya terlebih dahulu.
Selang beberapa menit kemudian
Uzy pun datang, dan aku pun segera menyelesaikan urusanku dengan Uzy. Sambal aku
bertanya bagaimana kabar orang tuanya dan apa aktivitas Uzy selama lulus dari
sekolah, karena aku sempat mendengar dari seorang kawannya bahwa Uzy bekerja.
Uzy pun menceritakan aktifitasnya
selain sekolah, ia pun bekerja sebagai pedagang mainan di pasar malam. Masyaallah
… aku tak menyangka Uzy anak nyang pendiam dan pemalu itu kini selangkah lebih
maju dari teman-temannya. Uzy merelakan waktu bermain layaknya anak remaja
zaman sekarang untuk bekerja. Aku pun penasaran, kenapa ia memilih berdagang
& apakah tidak dilarang oleh orangtua serta bagaimana dengan sekolahmu? Rentetan
pertanyaan yang aku utarakan pada Uzy.
Saya kerja berdagang untuk bantu
mama dan ayah, Alhamdulillah ayah mengizinkan dengan syarat tidak mengganggu
sekolah saya. Jawab Uzy dengan percaya diri. Menjadikanku semakin penasaran
dengan penghasilan yang ia dapatkan dari bedagang. Ternyata dalam sebulan ia
dapat gaji bersih 800rb rupiah, sedangkan untuk makan dan bensin sudah
ditanggung oleh pemilik dagangan. Dan Uzy pun menyampaikan padaku bahwa
ternyata berdagang itu enak, banyak kenal orang dan saat kita butuh sesuatu
orang lain tak segan membantu dan rezeki selalu ada saja. Lalu kutanyakan
dipakai apa saja uang itu? Uzy pun menjawab uangnya saya simpan terkadang
dipinjam sama ortu tapi saya bilang kalua mau pakai saja tidak perlu pinjam
karena Uzy bekerja untuk bantu orangtua.
Jujur mendengar hal itu tak
sanggup mata ini membendung, namun aku tak boleh menangis justru aku harus
menguatkan Uzy tuk lebih giat lagi dan dirikan sholat 5 waktu jangan
bolong-bolong sesibuk apapun itu. Uzy pun mengakui bahwa yang terberat adalah
sholat maghrib karena jam kerjanya dari sore hingga pukul 21.30 wib, kalau
sedang jaga sendiri agak keteter karena waktu maghrib hanya sebentar, kadang
Uzy menitipkan dagangannya ke pedagang lainnya.
Sungguh cerita Uzy sangat mengarukan
bagiku, disaat teman-teman seusianya senang berkumpul dengan remaja lain, Uzy
malah memanfaatkan waktunya untuk bekerja membantu orangtua.
Ingat nak… Perjuanganmu kan
berbuah manis. Baktimu terhadap kedua orangtuamu akan Allah catat sebagai amal
birrul walidain. Do’aku semoga dirimu menjadi pribadi shalih nan sukses, kelak
menjadi pengusaha yang berkah hartanya.
perjuanganmu tak kan sia-sia.
#30hbc19
#30hbc1902
#30haribercerita

