perjuangan

By Wiek_Winarsih - 1/02/2019 04:23:00 PM


#02
Perjuangan

Hari ini aku ada janji bertemu dengan salah satu siswaku, ya sebut saja Uzy, sosok Uzy yang aku kenal adalah anak yang pendiam dan pemalu. Aku janjian pukul 08.00, namun hingga pukul 08.30 Uzy tak kunjung datang. Tak lama hape ku berbunyi tanda pesan wa masuk, ternyata Uzy yang mengirimkan wa. Uzy meminta maaf karena tak dapat datang tepat waktu karena harus mengantar adiknya terlebih dahulu.

Selang beberapa menit kemudian Uzy pun datang, dan aku pun segera menyelesaikan urusanku dengan Uzy. Sambal aku bertanya bagaimana kabar orang tuanya dan apa aktivitas Uzy selama lulus dari sekolah, karena aku sempat mendengar dari seorang kawannya bahwa Uzy bekerja.

Uzy pun menceritakan aktifitasnya selain sekolah, ia pun bekerja sebagai pedagang mainan di pasar malam. Masyaallah … aku tak menyangka Uzy anak nyang pendiam dan pemalu itu kini selangkah lebih maju dari teman-temannya. Uzy merelakan waktu bermain layaknya anak remaja zaman sekarang untuk bekerja. Aku pun penasaran, kenapa ia memilih berdagang & apakah tidak dilarang oleh orangtua serta bagaimana dengan sekolahmu? Rentetan pertanyaan yang aku utarakan pada Uzy.

Saya kerja berdagang untuk bantu mama dan ayah, Alhamdulillah ayah mengizinkan dengan syarat tidak mengganggu sekolah saya. Jawab Uzy dengan percaya diri. Menjadikanku semakin penasaran dengan penghasilan yang ia dapatkan dari bedagang. Ternyata dalam sebulan ia dapat gaji bersih 800rb rupiah, sedangkan untuk makan dan bensin sudah ditanggung oleh pemilik dagangan. Dan Uzy pun menyampaikan padaku bahwa ternyata berdagang itu enak, banyak kenal orang dan saat kita butuh sesuatu orang lain tak segan membantu dan rezeki selalu ada saja. Lalu kutanyakan dipakai apa saja uang itu? Uzy pun menjawab uangnya saya simpan terkadang dipinjam sama ortu tapi saya bilang kalua mau pakai saja tidak perlu pinjam karena Uzy bekerja untuk bantu orangtua.

Jujur mendengar hal itu tak sanggup mata ini membendung, namun aku tak boleh menangis justru aku harus menguatkan Uzy tuk lebih giat lagi dan dirikan sholat 5 waktu jangan bolong-bolong sesibuk apapun itu. Uzy pun mengakui bahwa yang terberat adalah sholat maghrib karena jam kerjanya dari sore hingga pukul 21.30 wib, kalau sedang jaga sendiri agak keteter karena waktu maghrib hanya sebentar, kadang Uzy menitipkan dagangannya ke pedagang lainnya.

Sungguh cerita Uzy sangat mengarukan bagiku, disaat teman-teman seusianya senang berkumpul dengan remaja lain, Uzy malah memanfaatkan waktunya untuk bekerja membantu orangtua.

Ingat nak… Perjuanganmu kan berbuah manis. Baktimu terhadap kedua orangtuamu akan Allah catat sebagai amal birrul walidain. Do’aku semoga dirimu menjadi pribadi shalih nan sukses, kelak menjadi pengusaha yang berkah hartanya.
perjuanganmu tak kan sia-sia.

#30hbc19
#30hbc1902
#30haribercerita

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar